8 (DELAPAN) OBAT HATI
Oleh : Ust. Abdullah Hadrami
Hati manusia terkadang tidak stabil
atau sakit seperti halnya badan. Meskipun berbeda antara sifat maupun
obatnya. Apa obat yang bisa dipakai untuk mengobati hati yang sakit?
Berikut ini kami sebutkan 8 obatnya. Semoga bermanfaat.
Pertama: al-Qur’an al-Karim.
Allah
berfirman, artinya, “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu
pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang
berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang
beriman.” (QS.Yunus: 57). Dia juga berfirman, artinya, “Dan Kami
turunkan dari al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman dan al-Quran itu tidaklah menambah kepada
orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. al-Isra: 82)
Ibnu
Qoyyim berkata, “Inti penyakit hati itu adalah syubhat dan nafsu
syahwat. Sedangkan al-Qur’an adalah penawar bagi kedua penyakit itu,
karena di dalamnya terdapat penjelasan-penjelasan dan
argumentasi-argumentasi yang akurat, yang membedakan antara yang haq
dengan yang batil, sehingga penyakit syubhat hilang. Penyembuhan
al-Qur’an terhadap penyakit nafsu syahwat, karena di dalam al-Qur’an
terdapat hikmah, nasihat yang baik, mengajak zuhud di dunia dan lebih
mengutamakan kehidupan akhirat.”
Orang yang ingin memperbaiki hatinya
hendaknya mengetahui bahwa berobat dengan al-Qur’an itu tidak cukup
hanya dengan membaca al-Qur’an saja, tetapi harus memahami, mengambil
pelajaran dan mematuhi hukum-hukum yang terkandung di dalamnya.
Ya Allah, jadikanlah al-Qur’an itu sebagai pelipur lara, penawar hati dan penghilang kegundahan dan kegelisahan kami. Amin.
Kedua: Cinta kepada Allah.
Cinta
kepada Allah merupakan terapi yang mujarab bagi hati. Cinta seorang
hamba kepada Allah akan menjadikan hatinya tunduk kepada-Nya, merasa
tenteram tatkala mengingat-Nya, mengorbankan perasaannya demi sang
kekasihnya, yaitu Allah. Hatinya senantiasa mengharap kepada yang
dicintainya untuk memecahkan problem yang ia hadapi. Ia pun tak putus
asa dari kasih sayang-Nya. Ia yakin bahwa yang dicintainya adalah Dzat
yang tepat untuk mengadukan berbagai masalah. Ia yakin akan diberikan
solusi yang terbaik untuknya. Kecintaan kepada-Nya menyebabkan dapat
menikmati manisnya iman yang bersemayam di dalam hati.
Ketiga: Berdzikir atau mengingat Allah.
Ketidaktenteraman
hati merupakan hal yang membahayakan. Allah memberikan salah satu obat
yang bisa menjadi sarana terapi keadaan hati yang demikian. “Ingatlah,
hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram” demikianlah arti
firman Allah dalam QS. ar-Ra’d : 28. Obat ini menjadikan hati seseorang
hidup, terhindar dari kekerasan dan kegelapan. Ibnu Qayyim berkata,
“Segala sesuatu itu mempunyai penerang, dan sesungguhnya penerang hati
itu adalah dzikrullah (mengingat Allah).
Suatu ketika, seorang
berkata kepada Hasan al-Basri, “Wahai Abu Sa’id, aku mengadu kepadamu,
hati saya membatu.” Maka beliau menjawab, “Lunakkanlah dengan dzikir,
karena tidak ada yang dapat melunakkan kerasnya hati yang sebanding
dengan dzikrullah.” maka dari itu Allah di dalam banyak ayat-ayat-Nya
menyuruh orang-orang yang beriman agar banyak dan sering berdzikir
kepada-Nya. Seperti pada firman-Nya, artinya, “Hai orang-orang yang
beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang
sebanyak-banyaknya.” (QS. al-Ahzab: 41). Nabi kita Muhammad selalu
berdzikir kepada Allah pada setiap saat, sebagaimana dituturkan oleh
istri beliau ‘Aisyah.
Keempat: Taubat nasuha dan banyak beristighfar (minta ampun).
Perhatikanlah
sabda Rasulullah, “Sesungguhnya hatiku kadang keruh, maka aku
beristighfar dalam satu hari sebanyak seratus kali” (HR. Ahmad)
Dalam
hadis ini Nabi menjelaskan bahwa beliau menghilangkan kabut atau
kekeruhan hati beliau dengan istighfar, padahal dosa-dosa beliau yang
telah lalu maupun yang akan datang telah diampuni oleh Allah.
Bagaimanakah dengan kita yang banyak dosa dan banyak melakukan
kemaksiatan? Tidakkah kita lebih membutuhkan istighfar untuk hati kita
yang sakit?! Demi Allah, betapa kita semua, sangat membutuhkan
istighfar.
Kelima: Banyak berdoa dan permintaan kepada Allah untuk memperbaiki dan membersihkan hati serta memberinya petunjuk.
Berdoa
merupakan pintu utama yang agung untuk memperbaiki hati. Allah
berfirman, artinya, “Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah)
dengan tunduk me- rendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada
mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan setan pun
menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.”
(QS. al-An’am: 43).
Teladan kita yang mulia Muhammad sendiri selalu
memohon kepada Allah untuk kesucian hatinya, kokoh berjalan di atas
kebenaran dan petunjuk. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi
dari Ummu Salamah. Ia meriwayatkan bahwa doa Nabi yang sering beliau
panjatkan ialah, “wahai Tuhan Pembolak-balik hati, teguhkanlah hatiku
pada agama-Mu” (HR. at-Tirmidzi)
Keenam: Sering mengingat kehidupan akhirat.
Sesungguhnya
kelalaian mengingat akhirat itu adalah penghambat segala kebaikan,
kebajikan dan merupakan pemicu setiap malapetaka dan kejahatan.
Seseorang yang banyak mengingat akhirat, akan menyadarkan dirinya bahwa
kehidupan sebenarnya, yang dia hidup selama-lamanya adalah kehidupan
akhirat. Dengan demikian, hatinya lurus dalam mengendalikan jasad.
Tindak tanduknya mencerminkan amal nyata yang ia tanam di dunia ini
dengan harapan ia akan dapat menuai hasilnya yang baik di akhirat kelak.
Ketujuh: Membaca dan mempelajari sejarah kehidupan orang-orang yang shalih.
Ini
pun bisa menjadi salah satu obat bagi hati. Banyak pelajaran tentang
teguhnya hati dari hempasan badai kehidupan yang menerjang. Siapa saja
yang memperhatikan dan mempelajari kehidupan atau sejarah suatu kaum
berdasarkan pengetahuan dan penghayatan, maka niscaya hatinya dihidupkan
kembali oleh Allah dan disucikan batinnya. Itulah sejarah dan
perjalanan hidup Nabi Muhammad. Sejarah kehidupan beliau merupakan
terapi untuk mempertebal iman dan memperbaiki hati.
Kedelapan: Bersahabat dengan orang-orang shalih, bertakwa dan berbuat kebaikan.
Seseorang
yang bergaul dengan orang yang bertakwa niscaya tidak celaka. Karena
mereka tidak akan mengajak selain kepada kebaikan. Selamatlah hati dari
terkontaminasi penyakit-penyakit hati. Sebaliknya, jika Anda bersahabat
dengan orang-orang yang tidak shalih, tidak bertakwa dan tidak berbuat
kebaikan, niscaya Anda akan celaka. Mereka akan mengajak Anda untuk
melakukan berbagai kejelekan yang akan menyebabkan hati Anda menjadi
kotor. Allah secara tegas berfirman, artinya, “… dan janganlah kamu
mengikuti orang-orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat
Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati
batas”(QS. al-Kahfi : 28)
Maka berupayalah untuk bersahabat dengan orang-orang yang shalih.
Demikian
8 obat untuk menyembuhkan penyakit hati. Berusahalah Anda untuk
memahami dengan baik dan mengamalkan dengan tekun, karena sesungguhnya
kebahagiaan yang hakiki itu, tidak akan dapat dicapai kecuali dengan
keselamatan dan kesucian hati. Dan tidak ada yang sempurna, yang lebih
bahagia, yang lebih baik, dan tidak ada pula yang lebih nikmat daripada
kehidupan orang-orang yang berhati bersih juga mulia. Wallahu ‘alam bish
shawab (Redaksi/alsofwah)
[Sumber: Disarikan dari “Shalahul
Qulub”, Syaikh Dr. Khalid bin Abdullah al-Mushlih –semoga Allah
menjaganya- dengan sedikit gubahan.]
*sumber : http://www.kajianislam.net/modules/wordpress/2011/10/03/delapan-8-obat-hati/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar